Kau diciptakan untuk menjadi penyejuk kaumku
Kau diciptakan karena kaumku kesepian
Begitu elok dan beraneka ragam bentuk tubuhmu
Lemah dan lembut menjadi sifatmu
Tak kuasa diri ini melihatmu lemah lunglai
Hanya karena kau tersakiti
Namun, meskipun sakit hatimu
Melihat Sang Pujaan dengan perempuan lain
Tak kulihat wajah menyesal dalam dirimu
Untuk selalu mencintai Sang Pujaan
Apakah sifat seperti ini dimiliki oleh semua kaum mu
Ataukah hanya dirimu yang memeliharanya
Tak banyak ku mengenal kaum mu
Tapi....
Walaupun aku tak memahami sikapmu itu
Turut tersayat hati ini
Bila kaumku menyakitimu
Engkau yang juga menjadi kaum dari Bundaku
----Jakarta, 28 Juni 2010----
Senin, 28 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar